Namaku Raisa
Hariadi, aku terlahir ditengah-tengah keluarga yang mengalami brokenhome. Tepat
tanggal 22 bulan Desember tahun 1994 aku keluar dari kandungan mamaku,sejak
saat itu kedua orang tua ku telah
bercerai, dan aku juga tidak tau bagaimana paras papaku. Aku hanya tau nama
papaku, yaitu Hariadi seperti akhiran dari nama panjangku. Mamaku sengaja memberi
nama papaku diakhir nama ku, agar menjadi satu-satunya kenangan untukku.
Dari kecil aku tidak pernah merasakan sebuah kasih sayang dari seorang ayah, yang kudapat hanyalah dari seorang nenek, karena dari aku bayi aku selalu diasuh oleh nenek ku. Nenekku adalah satu-satunya orang yang selalu menyayangiku, selalu memperhatikanku. Tidak seperti mama, yang selalu sibuk dengan urusan kantornya. Paling dalam 1 minggu aku hanya bertemu dengan mamaku 3 atau 4 kali. Tetapi untungnya semua itu bisa ku terima dengan ikhlas, karena aku bukanlah tipe anak yang manja, dan aku bisa mandiri tanpa mama.
Dari kecil aku tidak pernah merasakan sebuah kasih sayang dari seorang ayah, yang kudapat hanyalah dari seorang nenek, karena dari aku bayi aku selalu diasuh oleh nenek ku. Nenekku adalah satu-satunya orang yang selalu menyayangiku, selalu memperhatikanku. Tidak seperti mama, yang selalu sibuk dengan urusan kantornya. Paling dalam 1 minggu aku hanya bertemu dengan mamaku 3 atau 4 kali. Tetapi untungnya semua itu bisa ku terima dengan ikhlas, karena aku bukanlah tipe anak yang manja, dan aku bisa mandiri tanpa mama.
Aku senang akhirnya
umurku sudah mencapai 5 tahun, dan aku sudah di sekolahkan di Taman Kanak-Kanak
Bunda Pertiwi. Di TK aku akan mempunyai banyak teman ,tidak seperti saat aku
dirumah, selalu kesepian, selalu bermain sendiri, paling hanya nenekku lah yang
menemaniku bermain. Hari pertama ku di sekolah adalah kegiatan perkenalan. Ibu guru
cantik yang bernama ibu Eva itu memanggil satu demi satu anak-anak untuk maju
kedepan memperkenalkan dirinya masing-masing. Hal inilah yang tidak aku sukai,
karena didalam perkenalan itu , harus menceritakan tentang ayah masing-masing,
padahal aku tidak tau bagaimana sosok ayahku. Ingin rasanya aku pergi dari
ruangan itu agar aku tidak maju kedepan, tapi apa daya aku tidak bisa berbuat
apa-apa dan ketika namaku dipanggil aku terdiam , keringat ku mulai bercucuran
, kaki ku gemetaran. Dengan takut dan perlahan aku mulai berjalan maju ke
depan. Ketika sampai di depan, aku membalikkan tubuhku dan hanya terdiam dan
tertunduk. “kamu kenapa raisa?” tanya bu guru eva. Dengan wajah takut, aku
menjawab”tidak apa-apa bu”. Mendengar jawaban ku, bu eva kembali menyuruh ku
untuk memulai memperkenalkan diri. Aku kembali diam, tak sepatah katapun keluar
dari mulutku, bibirku tak kuasa untuk digerakkan. Hanya air mata yang mulai menetes
dari mata ku dan mulai mengalir membasahi pipiku. Semua menatapku heran ,
kenapa aku hanya terdiam dan malah menangis, bukannya memperkenalkan diri.
“kamu kenapa menangis raisa? Kamu takut ?” ibu eva mulai memecahkan suasana
yang tadinya senyap akan tingkahku. Aku menjawab dengan gugup “gak papa kok bu,
raisa cuma....” seketika itu , aku terdiam, bicaraku tidak ku lanjutkan , yang
ada hanya dalam pikiranku, apa aku harus bilang bahwa aku tidak tau apa yang
akan aku ceritakan tentang ayahku, jika itu ku ceritakan, maka semua akan tau
bahwa aku tidak mempunyai ayah, dan akan menjadi bahan ejekan teman-temanku
semua! “OHHHH!!! TIDAKKK!!!”. “raisa, Cuma apa ? kamu kenapa ? ayo bilang sama
ibu, jangan takut”. Mendengar bu eva bicara , ntah kenapa aku merasa akan
bilang bahwa aku tidak bisa menceritakan tentang ayahku. Akhirnya dengan suara
parau aku mengungkapkan bahwa aku tidak tau tentang ayahku. Dan ternyata semua
tidak menjadikan ku bahan ejekan setelah mendengar pengakuan ku, mereka malah
ikut bersedih melihat aku yang masih kecil harus menjadi korban perceraian
kedua orang tuaku. “ya sudah raisa, kamu jangan sedih ya ? sekarang raisa
ceritakan orang yang dekat sama raisa dan raisa sayang, seperti mama
contohnya”. Bu eva mulai menghiburku dan akhirnya aku memutuskan untuk
menceritakan tentang nenekku.
5 tahun berlalu ,
aku menginjak usia remaja 10 tahun. Padahal setau aku usia remaja sekitar 11
tahun, hehe J. Aku mulai duduk
di bangku kelas 5 sekolah dasar. Pukul 13.00 , waktu makan siang . aku , nenek,
dan mama menyantap lahap makanan kami , namun tiba-tiba aku sontak terkejut
karena mendengar ucapan mama yang meminta restu untuk menikah lagi. Sunggguh ,
aku merasa bagai disambar petir ketika mendengar ucapan mama. “gimana raisa?
Kamu setuju kan jika mama menikah lagi”. Pertanyaan mama semakin menjadi dan
membuat aku semakin terasa disambar petir dan kemudian terbawa angin topan yang
sangat dahsyat. “kenapa harus nikah lagi ma?”. Mama memperhatikan ku dengan
serius , karena pertanyaan yang kuajukan sangatlah simple dan di iringi dengan
ekspresi wajah yang memberontak. Mama menjawab dengan panjang lebar
sampai-sampai aku tercengang mendengar penjelasan yang panjang lebar.
Sebenarnya aku tidak keberatan jika mama menikah lagi, namun yang membuatku
heran , kenapa harus dengan seorang yang lebih muda dari mama ? kenapa gak
nyari yang lebih tua umurnya dibanding mama ? apa karena mama suka sama yang
bronis alias brondong manis ?? ahh, masak ??? gak percaya deh !! setau aku mama
itu tipe pria idamannya yang lebih dewasa darinya, baik. tapi kenapa ini yang
lebih muda ??? ckckckckck , pertanyaan-pertanyaan itu menghantui pikiran ku
sampai pusing tujuh keliling. Tapi aku tetap belum menyetujui mama untuk
menikah lagi. Aku akan menyetujui dengan satu syarat , yaitu mama harus
pertemukan aku dengan papa. Mendengar syarat yang ku ajukan , mama langsung
berdiri meninggalkan meja makan tanpa berbicara sepatah katapun. Aku tercengang
melihat mama. Kenapa mama begitu ? apa ada yang salah ? aku menjadi bingung dua
kali , pertama karena pilihan pria yang akan mama nikahi, trus sekarang
ditambah lagi dengan syaratku ? ckckckckckck , L . aku bertanya
kepada nenek kenapa mama seperti itu ? pasti nenek tau semuanya. Dan ternyata
dugaan ku benar, nenek tau apa alasan mama bersikap begitu ? ternyata mama
paling benci jika ada orang yang mengungkit masa lalu nya yang kelam. mama
memiliki pengalaman yang buruk tentang papa. Dulu ketika mama hamil aku 6 bulan
, papa sering keluar malam, hampir setiap malam. Sampai pada akhirnya suatu malam
papa akan keluar , mama diam-diam mengikuti papa keluar , dan ternyata mama
mergokin papa sedang berduaan di sebuah resto masakan jepang bersama seorang
wanita berambut panjang bergelombang. Ternyata wanita itu adalah istri papa
yang dinikahi secara siri sekitar 2 bulan yang lalu. Dari situ lah mama
memutuskan untuk mengunggat cerai papa dan papapun lebih memilih perempuan itu
dibanding mama yang jelas-jelas istri sahnya !. mendengar cerita nenek , aku
jadi merasa bersalah , tidak seharusnya aku meminta syarat yang membuat hati
mama terluka mengingat masa lalunya. “Ohh tuhan , maafkan aku membuat hati
mamaku terluka, aku janji aku gak akan mengulanginya lagi dan gak akan pernah
mengungkit tentang papa” L. Segera aku berlari ke kamar mama dan meminta maaf. Ku ketok pintu
kamar mama dengan takut, awalnya aku merasa akan dimarahin mama. Tetapi mama
malah memeluk ku dan mencium keningku. Aku merasa kasih sayang yang begitu
besar saat mama memelukku J.
22
Desember 2009 , tepat dihari ulang tahun ku yang ke 15 tahun. Hari ini aku akan
pergi latihan volly, karena bermain volly merupakan hobby ku. Hampir setiap
hari dalam 1 minggu ku habiskan waktu ku untuk berlatih volly, karena aku ingin
mengembangkan permainan volly ku untuk bisa menjadi atlet volly yang handal dan
bisa ikut kompetisi volly sampai ke tingkat internasional. Inspirasiku untuk
menjadi seorang atlet volly adalah mamaku. Aku bangga mempunyai ibu seperti
mamaku , selain dia tegar, dia juga pandai bermain volly. Sudah berapa banyak
piagam penghargaan dan piala-piala yang di raihnya dalam kompetisi bolla volly
sampai ke internasional. Aku ingin seperti mama ! haruss !!! selain bermain
volly , aku juga mempunyai satu hobby. Hobby ini merupakan turunan dari nenekku
, yaitu memasak hheheh J. Aku senang dalam
hal memasak , karena memasak itu tidak menguras tenaga dan membuat kita santai.
Jika ada waktu kosong dirumah, waktu itu kumanfaatkan untuk belajar memasak
bersama nenekku. Kenapa nenekku ? karena masakan nenekku sangat enak dan lezat
, resto jepang aja kalah, pokoknya enakkkk bangettss dehhh J.
Pukul
15.30 WIB , aku bersama temanku nela dan teman-teman latihan volly ku sudah
berkumpul di lapangan krida untuk berlatih volly , karena sebentar lagi akan diadakan
competition volly di kota Pontianak. Tetapi kami masih menunggu pelatih volly
yaitu pak Umis. Pak Umis adalah pelatih senior yang sudah handal dalam urusan
permainan bola volly. Pak umis juga termasuk type orang yang serius , displin
dan tepat waktu. Tetapi dibalik itu semua , dia juga termasuk tipe orang yang
humoris. “pak umis lama banget ya datang nel ? biasanya kan dia yang paling
tepat waktu, ini kok tumben banget dia telat. Apa mungkin dia gak bisa latihan
hari ini ya?” aku bertanya kepada nela yang dari tadi asyik dengan handphone
nya sendiri. Sebelnya , aku yang bertanya panjang lebar , nela hanya menjawab
simple “tau ahhh”. Dasar nela , gitu tu saking asyiknya dengan handphone,
ckckckck. Beberapa menit kemudian , tampak dari jauh seorang lelaki berbadan
sixpack yang tak lain adalah pak Umis. Tetapi ada yang berbeda hari ini , pak
Umis tidak datang sendirian. Dia datang dengan seorang cowok di sebelahnya.
Cowok itu berbadan tinggi , putih, berwibawa, dan pastinya seperti atlet. Aku
terpaku terdiam menatap kearah pak Umis dan cowok itu. Semakin dekat pak Umis
dan cowok itu mengahampiri kami, kenapa semakin laju detak jantungku ini,
rasanya denyut nadiku terhenti seketika, darahku mengalir deras, keringatku
becucuran membasahi tubuhku, dan seluruh tubuhku rasanya gemetaran tak berdaya.
“ohh tuhan ? ada apa ini ? apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada
cowok itu ? padahal aku belum sama sekali mengenalnya.” Pikirku dalam hati.
Lamunanku terhenti ketika nela menyentuh pundakku , bahwa pak Umis menyuruh
kami berkumpul. Pak Umis menyuruh kami berkumpul karena ada alasan yang pasti ,
yaitu memperkenalkan cowok yang ada disamping dia. cowok itu bernama Deris
Aditya. Dia ternyata murid baru di SMP ku yaitu SMP Tunas Bangsa. “kok aku gak
tau ya?”. Selain murid baru disekolahku, dia juga murid baru di dalam kelompok
volly. “wahhh, seneng bangett J” sebutku dalam hati. Dia pandai bermain volly dan telah beberapa kali
pernah memenangkan kompetisi volly di bebrapa kota. “hebat banget ya?”.
Beberapa minggu
kemudian , seiring berjalannya waktu, aku dan deris sudah berkenalan , dan lama
kemudian kami semakin akrab. Tiap hari ada aja yang aku lakukan bersama dia ,
seperti berlatih volly bersama, jalan-jalan, bahkan kami pernah dinner berdua
lohh ?? suatu ketika dikelas ku diadakan pembentukan kelompok belajar untuk
persiapan Ujian Nasioanal. Bu Ririn yang saat itu membacakan nama-nama kelompok
Deris , aku dikejutkan ketika namaku disebut dalam anggota kelompoknya. “hah ?
aku sekelompok sama deris ? kok bisa ya ? apa ini jodoh nel ?” tanya ku
penasaran kepada nela. “ahh, ngawur kamu , mana mungkin deris suka sama kamu ?
dia kan uda punya cewek sa, apa kamu gak tau ya ?” jawab nela dengan sombong.
Aku terdiam seketika nela memberi tau jika deris sudah mempunyai pacar yang
katanya anak SMP Kartini yang bernama Zahra Inala. Sudah hampir 2 tahun dia
pacaran sama deris, ckckckck “putus donk harapan ku buat dapatin deris ,
padahal kan aku udah suka sama dia sejak pertama bertemu” kataku dalam hati. “ehh,, tunggu-tunggu, tadi kamu nanyain apa
kamu jodoh sama deris ? emang ada apa sa ? kamu suka ya sama deris ?” tanya
nela dengan suara yang lumayan lantang dan kedengaran oleh siwa-siswi yang
berada di ruang kelas, termasuk bu Ririn.
Dan alhasil karenan suara nela
yang lantang, semua memperhatikan kami dengan heran. Segera aku menutup mulut
nela yang masih terbuka. “kenapa nela ?”. tanya ibu ririn dengan penasaran.
“ohh, gak papa kok bu, ini, nela cuma salah ngomong”. Jawabku dengan cepat
sebelum nela menyambung dan memberi tau semua bahwa aku menyukai deris. “bisa
gawat jika itu sampai terjadi”. Pikirku dalam hati.
Teng....teng...teng...
bel pulang sekolah berbunyi , ketika itu aku berjalan sendiri di selasar
sekolah menyusuri parkiran dengan menggendong tas coklat kesayanganku sambil
membawa beberapa buku paket pelajaran yang akan digunakan untuk belajar
persiapan UN. Tiba-tiba , ada yang menyentuh pundakku. Awalnya aku berpikir
apakah yang menyentuh pundakku itu adalah hantu yang berupa kuntilanak ? atau pocong
? atau lainnya ? karena bisa di bilang sekolah ku itu angker dan banyak
hantunya , dan ketika itu juga suasana sekolah sudah terlihat sepi, mungkin
hanya ada aku dan pak satpam yang belom pulang. “serem banget ya ? jika aku
membalikkan badan ku untuk melihat siapa yang menyentuh pundakku ? aku takut
jika itu hantu beneran bagaimana ? atau apa aku harus terus berjalan lurus dan
tidak mengiraukan siapa yang menyentuh pundakku?” pilihan yang membingungkan,
pikirku. Tetapi pada akhirnya juga aku memberanikan diri untuk membalikkan
badan. Dan alhasil yang menyentuh pundakku bukanlah hantu kuntilanak, pocong bahkan sejenisnya. Melainkan ia adalah
Deris Aditya. Aku hanya terpaku melamun melihat deris yang di belakangku
tersenyum manis. Aku seperti melihat seorang pangeran yang begitu tampan dan
rupawan. Lamunan ku terhenti ketika deris mengejutkan. “hai sa ? kok melamun?”
tanya deris penasara. “haaaa, hmmm.... gak kok , siapa yang melamun”. Jawabku
cepat agar deris tidak tau bahwa aku sebenarnya memang sedang melamun karena
terpesona melihat dia. dan jangan sampai deris tau jika aku menyukainya.
“kenapa ris?” tanyaku agar deris lupa akan soal lamunan tadi. “ohh, ini aku
cuma ingin memberi tau bahwa nanti sore kita akan mulai belajar kelompok ,
karena UN kan tinggal bebrapa bulan lagi, jadi kita harus persiapkan dari
sekarang. Gimana ? kamu setuju gak ? yang lainnya uda setuju”. Tadinya aku
berpikir bahwa deris menghampiriku karena ingin mengajak jalan ataupun makan,
ternyata dugaan ku salah besar ! ternyata mau belajar kelompok. Kecewa donk L. “hei sa, gimana ?
kok melamun lagi ? apa sih yang yang kamu lamunin ? gak baik loh melamun ?
apalagi disekolah , kamu kan tau sekolah ini angker. Kalau kamu kesambet gimana
? hayoo ?”. deris mulai menakut-nakutiku. Alhasil ketika deris berkata sekolah
ku angker dan jika kesambet bagaimana? Bulu kudukku terasa berdiri dan perasaan
ku mulai tidak nyaman. Segera aku bergegas untuk pulang dan tak lupa memberikan
alamat rumahku kepada deris yang nanti sore akan kerumah ku buat belajar
bersama.
Sore harinya, aku
sudah berada diruang tamu untuk menunggu kedatangan deris, nela, rody dan
cindy. Bebarapa menit kemudian , akhirnya yang kutunggu pun datang. Segera aku
membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk. Ketika sudah didalam. Aku
mempersilahkan mereka duduk dan tak lupa menyuruh mbok inah untuk membawakan
air minum dan makanan ringan. Beberapa lama jam kemudian , usailah belajar
kelompok kami. Rody, nela dan cindy telah pulang duluan. Sedangkan deris masih
berada diruang tamuku. Suasana hening seketika , aku maupun deris tidak
bersuara sedikitpun. Tetapi tak lama kemudian
akhirnya deris memecahkan suasana hening itu. “hmm, sa, sebenarnya
maksud aku belom pulang ada yang mau aku omongin sama kamu”. “apa ris ? kok
kayaknya serius amat sepertinya?” tanyaku penasaran. Deris hanya menjawab
simple”iya”. Aku mulai menebak-nebak sendiri apa yang akan deris bicarakan,
tapi kenapa rasanya feelingku mengatakan sesuatu yang baik akan terjadi ya? Dan
kenapa juga jantungku rasanya berdetak lebih kencang, ada apa ini ? “gini sa ,
aku mau membicarakan tentang perasaanku ke kamu”. Jawab deris penuh malu-malu.
Hah ? perasaan ? apa ini ? apakah deris tau mengenai perasaan ku ke dia ? jika
dia tau bagaimana ? apakah dia akan membicarakan jika dia tidak bisa membalas
perasaanku karena dia sudah mempunyai pacar yaitu zahra. Waduhh, ini gawat ,
jika itu sampai terjadi , aku malu banget ! pasti dia mentertawakan aku. “aku
suka sama kamu sa” tiba-tiba terdengar suara orang mengatakan itu , aku seperti
beku seketika dan tak bisa berbuat apa-apa, tubuhku kaku tak berdaya. Dugaan ku
salah besar ? tadinya aku mengira deris akan mengecewakan ku, tetapi ini tidak
, dia malah mengungkapkan perasaan nya kepadaku bahwa ia menyukaiku. Ohh , tuhan
, apa ini ? apa ini mimpi ? sepertinya tidak , ini kenyataan ! tapi jika ini
kenyataan , kenapa ini bisa terjadi ? kenapa deris bisa menyukaiku ? sedangkan
ia jelas-jelas sudah memiliki pacar yang mungkin jauh lebih baik dari aku. Apa
deris Cuma bercanda ? apa dia ingin bergurau ? “sa,kok diam sih ? bagaimana
dengan ungkapan perasaanku ?”. aku rasanya kembali beku saat deris meyakinkan
bahwa ia benar-benar menungkapan perasaannya kepadaku. Aku bingung tak menentu
apa yang akan aku jawab, jika aku menjawab aku juga menyukainya , itu memalukan
!! karena dia pasti akan tau bahwa aku juga sudah lama menyukainya. Tidak !
tidak ! ini tidak boleh ! aku tidak boleh secepat itu menerimanya! “apa kamu
bilang ris ? kamu menyukai ku ? apa kamu tidak salah ? bukankah kamu sudah
punya pacar ? lalu bagaimana ini bisa terjadi ? bagaimana bisa kamu menyukaiku
?” beberapa pertanyaan ku lontarkan ke deris agar aku tau jelas bahwa ia
bersungguh-sungguh atau tidak. Namun ia hanya menjawab simple “aku menyukaimu
sejak pertama kali kita bertemu dan cinta itu bisa aja datang kapan saja sa J”. Jawaban yang
sangat simple , sampai-sampai aku yang mendengarnya bingung mau menjawab apa ?
“bukankah kamu sudah mempunyai pacar ?” tanyaku penasaran. “ohh , zahra maksud
kamu ? dia emang pacar aku tapi itu dulu , sekarang dia udah gak ada kabarnya ,
dan aku dengar kalau dia udah dapat cowok baru yang lebih dari aku”. Mendengar
penjelasan deris , aku bukan main senangnya , ingin rasanya aku bersorak dan
menari-nari di atas kursi sambilteriak-teriak bahwa aku bisa memiliki deris ,
tidak ada yang akan menghalangi, termasuk zahra , hahahahaah :D. Tetapi itu
semua tidak mungkin ku lakukan , aku hanya bisa diam dan tetap duduk manis jaim
di depan deris , kalau tidak deris pasti akan heran melihat tingkahku dan pergi
karena ilfil denganku. Ohh , tidak ! ini tidak boleh terjadi. “aku bingung ris
, sebenarnya aku juga menyukaimu , tapi ????”. “tapi apa sa ? apa kamu sudah
memiliki pacar ? jika ia , ya sudah lah
gak papa kok, cinta kan tidak harus memiliki”. Mendengar deris berkata begitu , cepat aku
menjawab pertanyaannya dengan simple “gak kok, aku belom punya pacar” karena
aku takut jika deris berubah pikiran dan tidak menyukaiku lagu. Dan alhasil
dengan PD nya deris berkata , “ohh begitu , ya udah berarti sekarang kamu jadi
pacar aku , dan hari ini kita resmi jadian J”. Aku dibuat
meleleh seperti lilin yang lama-lama akan habis. Aku tidak menyangka semua ini
bisa terjadi . aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya menerima dengan
tersenyum manis apa yang deris katakan , tohh aku juga suka sama dia kok. Dan
tanggal12 januari ini aku dan deris remi pacaran J , akhirnya
terwujud juga.
1 tahun berlalu ,
tak terasa kini aku udah duduk di bangku SMA. Aku lulus UN SMP dengan hasil
membanggakan , begitu juga dengan deris pacarku, nela sahabatku, dan teman satu
kelompok belajarku. Aku senang sekali bisa masuk ke SMA Bumi Pertiwi ,karena
SMA itu sangat terkenal di kota ku , dan merupakan Sekolah PSB. Begitu juga
dengan aku dan deris , aku senang hubungan kami selama 1 tahun ini berjalan
dengan baik-baik saja dan tidak pernah ada masalah yang menerpa. Namun ,
dibalik itu semua ada yang membuat ku sedih , hubungan ku dan deris memang
baik-baik saja, tetapi aku dan deris terpisah karena dia memilih masuk ke SMK
karena di SMK ada jurusan listrik yang
ia minati dari SMP. Tetapi gak papa kok , meskipun pisah sekolah , tohh deris
juga kadang sore main kerumah aku. Jadi aku gak khawatir dia gak memperhatikan
aku. Sore ini juga aku akan pergi jalan-jalan , makan dan ketoko buku bareng
deris. Ketika kami lagi ditoko buku, tiba-tiba ada yang memanggil deris.
Seorang perempuan berambut panjang lurus itu menghampiri deris yang disampingku
sedang memilih buku. Aku tak tau siapa perempuan itu ? mungkin temannya. “hai
dear, apa kabar ?”. sentak aku terkejut ketika perempuan ini memangggil deris
dengan sebutan dear atau sayang. “Apa dia selingkuhannya deris”. Tebakku dalam
hati. Akhirnya dengan berani aku mengajukan pertanyaan ke perempuan itu. “kamu
siapa ? kenapa memanggil deris dengan sebutan dear ?” tanyaku penasaran. “ohh,
kenalkan , aku zahra , aku pacar Deris Aditya”. Jawab cewek itu dengan sombong.
Aku terkejut mendengar bahwa ia adalah zahra , pacar deris. Padahal deris
pernah bilang waktu dia nembak aku bahwa ia sudah putus dengan zahra ? lalu
kenapa sekarang tiba-tiba zahra muncul dan bilang bahwa ia pacar deris ? apa
maksud semua ini ? apa deris telah merencanakannya ? apa deris hanya menjadikan
ku sebagai pelampiasannya. Aku yang tak tahan mendengar jawaban zahra akhirnya
pergi meninggalkan deris dan zahra. Hatiku bagai teriris pisau yang tajam,
sangat tajam. Deris tega membohongiku. “raisa, tunggu”. Deris mengejar dan
berusaha mencegah ku agar tidak pergi dan alhasil deris berhasil mendapatkan
tanganku dan menarik aku agar tidak lari. “sa, kamu jangan pergi donk, kamu
jangan percaya sama dia, dia itu memang zahra, tapi dia bukan pacar aku lagi,
pacar aku sekarang tuu kamu sa”. “ohh jadi dia pacar kamu ris?” zahra menyahut
tiba-tiba dan berdiri disampingku. “iya, dia pacar aku bukan kamu zahra !”
deris mulai meninggikan suara nya dan membentak zahra. “apa ? kamu bilang aku
bukan pacar kamu ? hello deris ? aku masih pacar sah kamu ya ? bukan dia”.
bentak zahra sambil mengacungkan jari telunjuk ke depan mukaku. “kamu pacar aku
? bukan zahra ! kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi, 1 tahun yang lalu kamu
gak ada kabar, menghilang dari aku, ternyata kamu selingkuh dengan robi kan, sahabat
aku sendiri ?”. “gak ris, kamu tetap pacar aku, kamu gak bisa begini donk ! dan
bagaimana kamu tau bahwa aku selingkuh dengan robi ?”. “sudah lah ra , cukup ,
aku muak , ayo sa , kita pergi dari sini” deris menarik tangan ku dan mengajak
ku pergi meninggalkan zahra yang masih bingung dan tidak bisa menarima
kenyataan ini. Sesampai didepan rumahku deris tetap meyakinkan ku jika dia dan
zahra sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dia tidak mencintai zahra. Aku
yang melihat ketulusan hati deris pun akhirnya percaya. Mana mungkin jika ia
masih menyanyangi zahra rela pergi meninggalkannya dan memilih aku. Aku kagum
dengan deris, dia benar-benar cowok yang tulus dan tidak suka mempermainkan
perempuan.
1 tahun 6 bulan
berlalu , hubungan ku dengan deris masih berjalan. Namun ada yang aneh dengan
deris , akhir-akhir ini dia berubah. Dia tidak seperti yang dulu lagi. Sekarang
dia sudah jarang menemuiku. Sms aja susah banget, apalagi di telfon ? emang ada
apa ya ? apa dia sibuk ? tapi kenapa tidak ada sedikit waktu untuk ngasi kabar
ke aku. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus cari tau tentang ini. Aku merasakan
ada yang ditutupi deris dari aku. Dan teryata dugaan ku benar, ada yang deris
tutupi dari ku. Akhir-akhir ini dia udah jarang balas sms aku, di telfon sibuk
, disuruh datang kerumah gak ada , rupanya dia udah ada cewek baru. Cewek itu
bernama Feny , dia adalah salah satu guru PPL yang sedang magang di sekolah
deris. Hatiku seketika tau semua itu. Deris yang ku pikir baik, gak suka
mempermainkan wanita , ternyata aku salah , dia tak lebih dari seorang cowok
palyboy dan suka menyakiti wanita. Hanya tampang luarnya aja yang bagus , tapi
dalamnya busuk ! sejak itu aku memutuskan untuk putus dari deris , tohh dia
juga lebih memilih guru PPL itu dibandingkan aku.
Seiring berjalannya
waktu , aku heran dengan perasaan ku, kenapa aku tidak bisa melupakan deris ?
kenapa dia tetap saja menghantui pikiranku ? kenapa aku harus tetap
mengingatnya ? padahal ia sudah jahat kepadaku. Namun, hati kecilku tidak bisa
ku pungkuri , aku masih menyayangi deris, aku tidak bisa melupakannya. Tidak
mudah untuk melupakan seseorang yang pernah hadir dihidup kita dan banyak
kenangan yang kita lalui bersamanya. Begitu juga aku dengan deris. Aku tidak
bisa melupakannya, banyak sekali kenang-kenanganku bersamanya dahulu. Namun,
semua tinggal cerita , kini deris telah memilih Feny. Aku tidak bisa berbuat
apa-apa. Tiba-tiba handphone berdering , tanda ada masuk sms di handphoneku.
Aku terkejut ketika ada 2 sms masuk , 1 dari deris yang berisi bahwa ia meminta
maaf atas perlakuannya , namun ia tidak bisa bersamaku karena sekarang ia
mencintai feny , tapi ada 1 janji yang dia ucapkan , dia akan tetap
menyayangiku,menjaga ku, dan tidak melupakanku. Dia akan tetap ada untukku
ketika aku membutuhkannya. Aku tersenyum ketika membaca pesan dari deris. Aku
senang karena deris tetap ada untukku walau ia tidak berada disisiku, itu bisa
membuatku bahagia. Dan aku sadar cinta itu tak slamanya harus memiliki, begitu
juga yang dikatakan deris dulu, cinta bisa datang kapan aja , dan cinta juga
bisa pergi begitu saja. Namaun, Senyum dari bibir ku tak lama , karena aku
terkejut ketika 1 sms dari perempuan yang bilang bahwa aku perebut pacar orang
, aku jahat. Aku perempuan yang tidak tau malu. Dan lebih terkejutnya ternyata
pengirimnya adalah zahra. Dan ia mengajakku bertemu untuk menyelesaikan masalah
deris. Aku heran, buat apa aku bertemu dengannya, padahal aku sudah tidak ada
hubungan apa-apa lagi dengan deris. Tohh , sekarang deris bersama wanita
pilihannya. Dan segera aku membalas sms zahra simple “ohh, deris uda punya
pacar baru , aku gak lagi jadi pacarnya, jadi maaf aku gak bisa bertemu
denganmu ra”. Handphoneku kembali berdering dan balasan dari zahra “siapa ?
bilang sama aku ? aku gak percaya sama kamu, aku minta temui aku besok di cafe
apple jam 3 sore, kalau tidak , kamu akan tau akibatnya! Dan urusan kita belom
selesai ! ”. Aku hanya mengangkat bahu dan tersenyum ketika membaca pesan dari
zahra. Kemudian aku meletakkan HP ku diatas tempat tidur. Dan segera aku
berbaring menarik selimut ku dan siap untuk mimpi indah malam ini. Good night J


0 komentar:
Posting Komentar