CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 26 Januari 2013

Tentangku



Namaku Raisa Hariadi, aku terlahir ditengah-tengah keluarga yang mengalami brokenhome. Tepat tanggal 22 bulan Desember tahun 1994 aku keluar dari kandungan mamaku,sejak saat itu  kedua orang tua ku telah bercerai, dan aku juga tidak tau bagaimana paras papaku. Aku hanya tau nama papaku, yaitu Hariadi seperti akhiran dari nama panjangku. Mamaku sengaja memberi nama papaku diakhir nama ku, agar menjadi satu-satunya kenangan untukku.
Dari kecil aku tidak pernah merasakan sebuah kasih sayang dari seorang ayah, yang kudapat hanyalah dari seorang nenek, karena dari aku bayi aku selalu diasuh oleh nenek ku. Nenekku adalah satu-satunya orang yang selalu menyayangiku, selalu memperhatikanku. Tidak seperti mama, yang selalu sibuk dengan urusan kantornya. Paling dalam 1 minggu aku hanya bertemu dengan mamaku 3 atau 4 kali. Tetapi untungnya semua itu bisa ku terima dengan ikhlas, karena aku bukanlah tipe anak yang manja, dan aku bisa mandiri tanpa mama.
Aku senang akhirnya umurku sudah mencapai 5 tahun, dan aku sudah di sekolahkan di Taman Kanak-Kanak Bunda Pertiwi. Di TK aku akan mempunyai banyak teman ,tidak seperti saat aku dirumah, selalu kesepian, selalu bermain sendiri, paling hanya nenekku lah yang menemaniku bermain. Hari pertama ku di sekolah adalah kegiatan perkenalan. Ibu guru cantik yang bernama ibu Eva itu memanggil satu demi satu anak-anak untuk maju kedepan memperkenalkan dirinya masing-masing. Hal inilah yang tidak aku sukai, karena didalam perkenalan itu , harus menceritakan tentang ayah masing-masing, padahal aku tidak tau bagaimana sosok ayahku. Ingin rasanya aku pergi dari ruangan itu agar aku tidak maju kedepan, tapi apa daya aku tidak bisa berbuat apa-apa dan ketika namaku dipanggil aku terdiam , keringat ku mulai bercucuran , kaki ku gemetaran. Dengan takut dan perlahan aku mulai berjalan maju ke depan. Ketika sampai di depan, aku membalikkan tubuhku dan hanya terdiam dan tertunduk. “kamu kenapa raisa?” tanya bu guru eva. Dengan wajah takut, aku menjawab”tidak apa-apa bu”. Mendengar jawaban ku, bu eva kembali menyuruh ku untuk memulai memperkenalkan diri. Aku kembali diam, tak sepatah katapun keluar dari mulutku, bibirku tak kuasa untuk digerakkan. Hanya air mata yang mulai menetes dari mata ku dan mulai mengalir membasahi pipiku. Semua menatapku heran , kenapa aku hanya terdiam dan malah menangis, bukannya memperkenalkan diri. “kamu kenapa menangis raisa? Kamu takut ?” ibu eva mulai memecahkan suasana yang tadinya senyap akan tingkahku. Aku menjawab dengan gugup “gak papa kok bu, raisa cuma....” seketika itu , aku terdiam, bicaraku tidak ku lanjutkan , yang ada hanya dalam pikiranku, apa aku harus bilang bahwa aku tidak tau apa yang akan aku ceritakan tentang ayahku, jika itu ku ceritakan, maka semua akan tau bahwa aku tidak mempunyai ayah, dan akan menjadi bahan ejekan teman-temanku semua! “OHHHH!!! TIDAKKK!!!”. “raisa, Cuma apa ? kamu kenapa ? ayo bilang sama ibu, jangan takut”. Mendengar bu eva bicara , ntah kenapa aku merasa akan bilang bahwa aku tidak bisa menceritakan tentang ayahku. Akhirnya dengan suara parau aku mengungkapkan bahwa aku tidak tau tentang ayahku. Dan ternyata semua tidak menjadikan ku bahan ejekan setelah mendengar pengakuan ku, mereka malah ikut bersedih melihat aku yang masih kecil harus menjadi korban perceraian kedua orang tuaku. “ya sudah raisa, kamu jangan sedih ya ? sekarang raisa ceritakan orang yang dekat sama raisa dan raisa sayang, seperti mama contohnya”. Bu eva mulai menghiburku dan akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan tentang nenekku.
5 tahun berlalu , aku menginjak usia remaja 10 tahun. Padahal setau aku usia remaja sekitar 11 tahun, hehe J. Aku mulai duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Pukul 13.00 , waktu makan siang . aku , nenek, dan mama menyantap lahap makanan kami , namun tiba-tiba aku sontak terkejut karena mendengar ucapan mama yang meminta restu untuk menikah lagi. Sunggguh , aku merasa bagai disambar petir ketika mendengar ucapan mama. “gimana raisa? Kamu setuju kan jika mama menikah lagi”. Pertanyaan mama semakin menjadi dan membuat aku semakin terasa disambar petir dan kemudian terbawa angin topan yang sangat dahsyat. “kenapa harus nikah lagi ma?”. Mama memperhatikan ku dengan serius , karena pertanyaan yang kuajukan sangatlah simple dan di iringi dengan ekspresi wajah yang memberontak. Mama menjawab dengan panjang lebar sampai-sampai aku tercengang mendengar penjelasan yang panjang lebar. Sebenarnya aku tidak keberatan jika mama menikah lagi, namun yang membuatku heran , kenapa harus dengan seorang yang lebih muda dari mama ? kenapa gak nyari yang lebih tua umurnya dibanding mama ? apa karena mama suka sama yang bronis alias brondong manis ?? ahh, masak ??? gak percaya deh !! setau aku mama itu tipe pria idamannya yang lebih dewasa darinya, baik. tapi kenapa ini yang lebih muda ??? ckckckckck , pertanyaan-pertanyaan itu menghantui pikiran ku sampai pusing tujuh keliling. Tapi aku tetap belum menyetujui mama untuk menikah lagi. Aku akan menyetujui dengan satu syarat , yaitu mama harus pertemukan aku dengan papa. Mendengar syarat yang ku ajukan , mama langsung berdiri meninggalkan meja makan tanpa berbicara sepatah katapun. Aku tercengang melihat mama. Kenapa mama begitu ? apa ada yang salah ? aku menjadi bingung dua kali , pertama karena pilihan pria yang akan mama nikahi, trus sekarang ditambah lagi dengan syaratku ? ckckckckckck , L . aku bertanya kepada nenek kenapa mama seperti itu ? pasti nenek tau semuanya. Dan ternyata dugaan ku benar, nenek tau apa alasan mama bersikap begitu ? ternyata mama paling benci jika ada orang yang mengungkit masa lalu nya yang kelam. mama memiliki pengalaman yang buruk tentang papa. Dulu ketika mama hamil aku 6 bulan , papa sering keluar malam, hampir setiap malam. Sampai pada akhirnya suatu malam papa akan keluar , mama diam-diam mengikuti papa keluar , dan ternyata mama mergokin papa sedang berduaan di sebuah resto masakan jepang bersama seorang wanita berambut panjang bergelombang. Ternyata wanita itu adalah istri papa yang dinikahi secara siri sekitar 2 bulan yang lalu. Dari situ lah mama memutuskan untuk mengunggat cerai papa dan papapun lebih memilih perempuan itu dibanding mama yang jelas-jelas istri sahnya !. mendengar cerita nenek , aku jadi merasa bersalah , tidak seharusnya aku meminta syarat yang membuat hati mama terluka mengingat masa lalunya. “Ohh tuhan , maafkan aku membuat hati mamaku terluka, aku janji aku gak akan mengulanginya lagi dan gak akan pernah mengungkit tentang papa” L. Segera aku berlari ke kamar mama dan meminta maaf. Ku ketok pintu kamar mama dengan takut, awalnya aku merasa akan dimarahin mama. Tetapi mama malah memeluk ku dan mencium keningku. Aku merasa kasih sayang yang begitu besar saat mama memelukku J.
            22 Desember 2009 , tepat dihari ulang tahun ku yang ke 15 tahun. Hari ini aku akan pergi latihan volly, karena bermain volly merupakan hobby ku. Hampir setiap hari dalam 1 minggu ku habiskan waktu ku untuk berlatih volly, karena aku ingin mengembangkan permainan volly ku untuk bisa menjadi atlet volly yang handal dan bisa ikut kompetisi volly sampai ke tingkat internasional. Inspirasiku untuk menjadi seorang atlet volly adalah mamaku. Aku bangga mempunyai ibu seperti mamaku , selain dia tegar, dia juga pandai bermain volly. Sudah berapa banyak piagam penghargaan dan piala-piala yang di raihnya dalam kompetisi bolla volly sampai ke internasional. Aku ingin seperti mama ! haruss !!! selain bermain volly , aku juga mempunyai satu hobby. Hobby ini merupakan turunan dari nenekku , yaitu memasak hheheh J. Aku senang dalam hal memasak , karena memasak itu tidak menguras tenaga dan membuat kita santai. Jika ada waktu kosong dirumah, waktu itu kumanfaatkan untuk belajar memasak bersama nenekku. Kenapa nenekku ? karena masakan nenekku sangat enak dan lezat , resto jepang aja kalah, pokoknya enakkkk bangettss dehhh J.
            Pukul 15.30 WIB , aku bersama temanku nela dan teman-teman latihan volly ku sudah berkumpul di lapangan krida untuk berlatih volly , karena sebentar lagi akan diadakan competition volly di kota Pontianak. Tetapi kami masih menunggu pelatih volly yaitu pak Umis. Pak Umis adalah pelatih senior yang sudah handal dalam urusan permainan bola volly. Pak umis juga termasuk type orang yang serius , displin dan tepat waktu. Tetapi dibalik itu semua , dia juga termasuk tipe orang yang humoris. “pak umis lama banget ya datang nel ? biasanya kan dia yang paling tepat waktu, ini kok tumben banget dia telat. Apa mungkin dia gak bisa latihan hari ini ya?” aku bertanya kepada nela yang dari tadi asyik dengan handphone nya sendiri. Sebelnya , aku yang bertanya panjang lebar , nela hanya menjawab simple “tau ahhh”. Dasar nela , gitu tu saking asyiknya dengan handphone, ckckckck. Beberapa menit kemudian , tampak dari jauh seorang lelaki berbadan sixpack yang tak lain adalah pak Umis. Tetapi ada yang berbeda hari ini , pak Umis tidak datang sendirian. Dia datang dengan seorang cowok di sebelahnya. Cowok itu berbadan tinggi , putih, berwibawa, dan pastinya seperti atlet. Aku terpaku terdiam menatap kearah pak Umis dan cowok itu. Semakin dekat pak Umis dan cowok itu mengahampiri kami, kenapa semakin laju detak jantungku ini, rasanya denyut nadiku terhenti seketika, darahku mengalir deras, keringatku becucuran membasahi tubuhku, dan seluruh tubuhku rasanya gemetaran tak berdaya. “ohh tuhan ? ada apa ini ? apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada cowok itu ? padahal aku belum sama sekali mengenalnya.” Pikirku dalam hati. Lamunanku terhenti ketika nela menyentuh pundakku , bahwa pak Umis menyuruh kami berkumpul. Pak Umis menyuruh kami berkumpul karena ada alasan yang pasti , yaitu memperkenalkan cowok yang ada disamping dia. cowok itu bernama Deris Aditya. Dia ternyata murid baru di SMP ku yaitu SMP Tunas Bangsa. “kok aku gak tau ya?”. Selain murid baru disekolahku, dia juga murid baru di dalam kelompok volly. “wahhh, seneng bangett J” sebutku dalam hati. Dia pandai bermain volly dan telah beberapa kali pernah memenangkan kompetisi volly di bebrapa kota. “hebat banget ya?”.
           
Beberapa minggu kemudian , seiring berjalannya waktu, aku dan deris sudah berkenalan , dan lama kemudian kami semakin akrab. Tiap hari ada aja yang aku lakukan bersama dia , seperti berlatih volly bersama, jalan-jalan, bahkan kami pernah dinner berdua lohh ?? suatu ketika dikelas ku diadakan pembentukan kelompok belajar untuk persiapan Ujian Nasioanal. Bu Ririn yang saat itu membacakan nama-nama kelompok Deris , aku dikejutkan ketika namaku disebut dalam anggota kelompoknya. “hah ? aku sekelompok sama deris ? kok bisa ya ? apa ini jodoh nel ?” tanya ku penasaran kepada nela. “ahh, ngawur kamu , mana mungkin deris suka sama kamu ? dia kan uda punya cewek sa, apa kamu gak tau ya ?” jawab nela dengan sombong. Aku terdiam seketika nela memberi tau jika deris sudah mempunyai pacar yang katanya anak SMP Kartini yang bernama Zahra Inala. Sudah hampir 2 tahun dia pacaran sama deris, ckckckck “putus donk harapan ku buat dapatin deris , padahal kan aku udah suka sama dia sejak pertama bertemu” kataku dalam hati.  “ehh,, tunggu-tunggu, tadi kamu nanyain apa kamu jodoh sama deris ? emang ada apa sa ? kamu suka ya sama deris ?” tanya nela dengan suara yang lumayan lantang dan kedengaran oleh siwa-siswi yang berada di ruang kelas, termasuk bu Ririn.  Dan  alhasil karenan suara nela yang lantang, semua memperhatikan kami dengan heran. Segera aku menutup mulut nela yang masih terbuka. “kenapa nela ?”. tanya ibu ririn dengan penasaran. “ohh, gak papa kok bu, ini, nela cuma salah ngomong”. Jawabku dengan cepat sebelum nela menyambung dan memberi tau semua bahwa aku menyukai deris. “bisa gawat jika itu sampai terjadi”. Pikirku dalam hati.
Teng....teng...teng... bel pulang sekolah berbunyi , ketika itu aku berjalan sendiri di selasar sekolah menyusuri parkiran dengan menggendong tas coklat kesayanganku sambil membawa beberapa buku paket pelajaran yang akan digunakan untuk belajar persiapan UN. Tiba-tiba , ada yang menyentuh pundakku. Awalnya aku berpikir apakah yang menyentuh pundakku itu adalah hantu yang berupa kuntilanak ? atau pocong ? atau lainnya ? karena bisa di bilang sekolah ku itu angker dan banyak hantunya , dan ketika itu juga suasana sekolah sudah terlihat sepi, mungkin hanya ada aku dan pak satpam yang belom pulang. “serem banget ya ? jika aku membalikkan badan ku untuk melihat siapa yang menyentuh pundakku ? aku takut jika itu hantu beneran bagaimana ? atau apa aku harus terus berjalan lurus dan tidak mengiraukan siapa yang menyentuh pundakku?” pilihan yang membingungkan, pikirku. Tetapi pada akhirnya juga aku memberanikan diri untuk membalikkan badan. Dan alhasil yang menyentuh pundakku bukanlah hantu kuntilanak,  pocong bahkan sejenisnya. Melainkan ia adalah Deris Aditya. Aku hanya terpaku melamun melihat deris yang di belakangku tersenyum manis. Aku seperti melihat seorang pangeran yang begitu tampan dan rupawan. Lamunan ku terhenti ketika deris mengejutkan. “hai sa ? kok melamun?” tanya deris penasara. “haaaa, hmmm.... gak kok , siapa yang melamun”. Jawabku cepat agar deris tidak tau bahwa aku sebenarnya memang sedang melamun karena terpesona melihat dia. dan jangan sampai deris tau jika aku menyukainya. “kenapa ris?” tanyaku agar deris lupa akan soal lamunan tadi. “ohh, ini aku cuma ingin memberi tau bahwa nanti sore kita akan mulai belajar kelompok , karena UN kan tinggal bebrapa bulan lagi, jadi kita harus persiapkan dari sekarang. Gimana ? kamu setuju gak ? yang lainnya uda setuju”. Tadinya aku berpikir bahwa deris menghampiriku karena ingin mengajak jalan ataupun makan, ternyata dugaan ku salah besar ! ternyata mau belajar kelompok. Kecewa donk L. “hei sa, gimana ? kok melamun lagi ? apa sih yang yang kamu lamunin ? gak baik loh melamun ? apalagi disekolah , kamu kan tau sekolah ini angker. Kalau kamu kesambet gimana ? hayoo ?”. deris mulai menakut-nakutiku. Alhasil ketika deris berkata sekolah ku angker dan jika kesambet bagaimana? Bulu kudukku terasa berdiri dan perasaan ku mulai tidak nyaman. Segera aku bergegas untuk pulang dan tak lupa memberikan alamat rumahku kepada deris yang nanti sore akan kerumah ku buat belajar bersama.
Sore harinya, aku sudah berada diruang tamu untuk menunggu kedatangan deris, nela, rody dan cindy. Bebarapa menit kemudian , akhirnya yang kutunggu pun datang. Segera aku membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk. Ketika sudah didalam. Aku mempersilahkan mereka duduk dan tak lupa menyuruh mbok inah untuk membawakan air minum dan makanan ringan. Beberapa lama jam kemudian , usailah belajar kelompok kami. Rody, nela dan cindy telah pulang duluan. Sedangkan deris masih berada diruang tamuku. Suasana hening seketika , aku maupun deris tidak bersuara sedikitpun. Tetapi tak lama kemudian  akhirnya deris memecahkan suasana hening itu. “hmm, sa, sebenarnya maksud aku belom pulang ada yang mau aku omongin sama kamu”. “apa ris ? kok kayaknya serius amat sepertinya?” tanyaku penasaran. Deris hanya menjawab simple”iya”. Aku mulai menebak-nebak sendiri apa yang akan deris bicarakan, tapi kenapa rasanya feelingku mengatakan sesuatu yang baik akan terjadi ya? Dan kenapa juga jantungku rasanya berdetak lebih kencang, ada apa ini ? “gini sa , aku mau membicarakan tentang perasaanku ke kamu”. Jawab deris penuh malu-malu. Hah ? perasaan ? apa ini ? apakah deris tau mengenai perasaan ku ke dia ? jika dia tau bagaimana ? apakah dia akan membicarakan jika dia tidak bisa membalas perasaanku karena dia sudah mempunyai pacar yaitu zahra. Waduhh, ini gawat , jika itu sampai terjadi , aku malu banget ! pasti dia mentertawakan aku. “aku suka sama kamu sa” tiba-tiba terdengar suara orang mengatakan itu , aku seperti beku seketika dan tak bisa berbuat apa-apa, tubuhku kaku tak berdaya. Dugaan ku salah besar ? tadinya aku mengira deris akan mengecewakan ku, tetapi ini tidak , dia malah mengungkapkan perasaan nya kepadaku bahwa ia menyukaiku. Ohh , tuhan , apa ini ? apa ini mimpi ? sepertinya tidak , ini kenyataan ! tapi jika ini kenyataan , kenapa ini bisa terjadi ? kenapa deris bisa menyukaiku ? sedangkan ia jelas-jelas sudah memiliki pacar yang mungkin jauh lebih baik dari aku. Apa deris Cuma bercanda ? apa dia ingin bergurau ? “sa,kok diam sih ? bagaimana dengan ungkapan perasaanku ?”. aku rasanya kembali beku saat deris meyakinkan bahwa ia benar-benar menungkapan perasaannya kepadaku. Aku bingung tak menentu apa yang akan aku jawab, jika aku menjawab aku juga menyukainya , itu memalukan !! karena dia pasti akan tau bahwa aku juga sudah lama menyukainya. Tidak ! tidak ! ini tidak boleh ! aku tidak boleh secepat itu menerimanya! “apa kamu bilang ris ? kamu menyukai ku ? apa kamu tidak salah ? bukankah kamu sudah punya pacar ? lalu bagaimana ini bisa terjadi ? bagaimana bisa kamu menyukaiku ?” beberapa pertanyaan ku lontarkan ke deris agar aku tau jelas bahwa ia bersungguh-sungguh atau tidak. Namun ia hanya menjawab simple “aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu dan cinta itu bisa aja datang kapan saja sa J”. Jawaban yang sangat simple , sampai-sampai aku yang mendengarnya bingung mau menjawab apa ? “bukankah kamu sudah mempunyai pacar ?” tanyaku penasaran. “ohh , zahra maksud kamu ? dia emang pacar aku tapi itu dulu , sekarang dia udah gak ada kabarnya , dan aku dengar kalau dia udah dapat cowok baru yang lebih dari aku”. Mendengar penjelasan deris , aku bukan main senangnya , ingin rasanya aku bersorak dan menari-nari di atas kursi sambilteriak-teriak bahwa aku bisa memiliki deris , tidak ada yang akan menghalangi, termasuk zahra , hahahahaah :D. Tetapi itu semua tidak mungkin ku lakukan , aku hanya bisa diam dan tetap duduk manis jaim di depan deris , kalau tidak deris pasti akan heran melihat tingkahku dan pergi karena ilfil denganku. Ohh , tidak ! ini tidak boleh terjadi. “aku bingung ris , sebenarnya aku juga menyukaimu , tapi ????”. “tapi apa sa ? apa kamu sudah memiliki pacar ? jika ia , ya sudah lah  gak papa kok, cinta kan tidak harus memiliki”.  Mendengar deris berkata begitu , cepat aku menjawab pertanyaannya dengan simple “gak kok, aku belom punya pacar” karena aku takut jika deris berubah pikiran dan tidak menyukaiku lagu. Dan alhasil dengan PD nya deris berkata , “ohh begitu , ya udah berarti sekarang kamu jadi pacar aku , dan hari ini kita resmi jadian J”. Aku dibuat meleleh seperti lilin yang lama-lama akan habis. Aku tidak menyangka semua ini bisa terjadi . aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya menerima dengan tersenyum manis apa yang deris katakan , tohh aku juga suka sama dia kok. Dan tanggal12 januari ini aku dan deris remi pacaran J , akhirnya terwujud juga.
1 tahun berlalu , tak terasa kini aku udah duduk di bangku SMA. Aku lulus UN SMP dengan hasil membanggakan , begitu juga dengan deris pacarku, nela sahabatku, dan teman satu kelompok belajarku. Aku senang sekali bisa masuk ke SMA Bumi Pertiwi ,karena SMA itu sangat terkenal di kota ku , dan merupakan Sekolah PSB. Begitu juga dengan aku dan deris , aku senang hubungan kami selama 1 tahun ini berjalan dengan baik-baik saja dan tidak pernah ada masalah yang menerpa. Namun , dibalik itu semua ada yang membuat ku sedih , hubungan ku dan deris memang baik-baik saja, tetapi aku dan deris terpisah karena dia memilih masuk ke SMK karena di SMK  ada jurusan listrik yang ia minati dari SMP. Tetapi gak papa kok , meskipun pisah sekolah , tohh deris juga kadang sore main kerumah aku. Jadi aku gak khawatir dia gak memperhatikan aku. Sore ini juga aku akan pergi jalan-jalan , makan dan ketoko buku bareng deris. Ketika kami lagi ditoko buku, tiba-tiba ada yang memanggil deris. Seorang perempuan berambut panjang lurus itu menghampiri deris yang disampingku sedang memilih buku. Aku tak tau siapa perempuan itu ? mungkin temannya. “hai dear, apa kabar ?”. sentak aku terkejut ketika perempuan ini memangggil deris dengan sebutan dear atau sayang. “Apa dia selingkuhannya deris”. Tebakku dalam hati. Akhirnya dengan berani aku mengajukan pertanyaan ke perempuan itu. “kamu siapa ? kenapa memanggil deris dengan sebutan dear ?” tanyaku penasaran. “ohh, kenalkan , aku zahra , aku pacar Deris Aditya”. Jawab cewek itu dengan sombong. Aku terkejut mendengar bahwa ia adalah zahra , pacar deris. Padahal deris pernah bilang waktu dia nembak aku bahwa ia sudah putus dengan zahra ? lalu kenapa sekarang tiba-tiba zahra muncul dan bilang bahwa ia pacar deris ? apa maksud semua ini ? apa deris telah merencanakannya ? apa deris hanya menjadikan ku sebagai pelampiasannya. Aku yang tak tahan mendengar jawaban zahra akhirnya pergi meninggalkan deris dan zahra. Hatiku bagai teriris pisau yang tajam, sangat tajam. Deris tega membohongiku. “raisa, tunggu”. Deris mengejar dan berusaha mencegah ku agar tidak pergi dan alhasil deris berhasil mendapatkan tanganku dan menarik aku agar tidak lari. “sa, kamu jangan pergi donk, kamu jangan percaya sama dia, dia itu memang zahra, tapi dia bukan pacar aku lagi, pacar aku sekarang tuu kamu sa”. “ohh jadi dia pacar kamu ris?” zahra menyahut tiba-tiba dan berdiri disampingku. “iya, dia pacar aku bukan kamu zahra !” deris mulai meninggikan suara nya dan membentak zahra. “apa ? kamu bilang aku bukan pacar kamu ? hello deris ? aku masih pacar sah kamu ya ? bukan dia”. bentak zahra sambil mengacungkan jari telunjuk ke depan mukaku. “kamu pacar aku ? bukan zahra ! kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi, 1 tahun yang lalu kamu gak ada kabar, menghilang dari aku, ternyata kamu selingkuh dengan robi kan, sahabat aku sendiri ?”. “gak ris, kamu tetap pacar aku, kamu gak bisa begini donk ! dan bagaimana kamu tau bahwa aku selingkuh dengan robi ?”. “sudah lah ra , cukup , aku muak , ayo sa , kita pergi dari sini” deris menarik tangan ku dan mengajak ku pergi meninggalkan zahra yang masih bingung dan tidak bisa menarima kenyataan ini. Sesampai didepan rumahku deris tetap meyakinkan ku jika dia dan zahra sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dia tidak mencintai zahra. Aku yang melihat ketulusan hati deris pun akhirnya percaya. Mana mungkin jika ia masih menyanyangi zahra rela pergi meninggalkannya dan memilih aku. Aku kagum dengan deris, dia benar-benar cowok yang tulus dan tidak suka mempermainkan perempuan.
1 tahun 6 bulan berlalu , hubungan ku dengan deris masih berjalan. Namun ada yang aneh dengan deris , akhir-akhir ini dia berubah. Dia tidak seperti yang dulu lagi. Sekarang dia sudah jarang menemuiku. Sms aja susah banget, apalagi di telfon ? emang ada apa ya ? apa dia sibuk ? tapi kenapa tidak ada sedikit waktu untuk ngasi kabar ke aku. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus cari tau tentang ini. Aku merasakan ada yang ditutupi deris dari aku. Dan teryata dugaan ku benar, ada yang deris tutupi dari ku. Akhir-akhir ini dia udah jarang balas sms aku, di telfon sibuk , disuruh datang kerumah gak ada , rupanya dia udah ada cewek baru. Cewek itu bernama Feny , dia adalah salah satu guru PPL yang sedang magang di sekolah deris. Hatiku seketika tau semua itu. Deris yang ku pikir baik, gak suka mempermainkan wanita , ternyata aku salah , dia tak lebih dari seorang cowok palyboy dan suka menyakiti wanita. Hanya tampang luarnya aja yang bagus , tapi dalamnya busuk ! sejak itu aku memutuskan untuk putus dari deris , tohh dia juga lebih memilih guru PPL itu dibandingkan aku.
Seiring berjalannya waktu , aku heran dengan perasaan ku, kenapa aku tidak bisa melupakan deris ? kenapa dia tetap saja menghantui pikiranku ? kenapa aku harus tetap mengingatnya ? padahal ia sudah jahat kepadaku. Namun, hati kecilku tidak bisa ku pungkuri , aku masih menyayangi deris, aku tidak bisa melupakannya. Tidak mudah untuk melupakan seseorang yang pernah hadir dihidup kita dan banyak kenangan yang kita lalui bersamanya. Begitu juga aku dengan deris. Aku tidak bisa melupakannya, banyak sekali kenang-kenanganku bersamanya dahulu. Namun, semua tinggal cerita , kini deris telah memilih Feny. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tiba-tiba handphone berdering , tanda ada masuk sms di handphoneku. Aku terkejut ketika ada 2 sms masuk , 1 dari deris yang berisi bahwa ia meminta maaf atas perlakuannya , namun ia tidak bisa bersamaku karena sekarang ia mencintai feny , tapi ada 1 janji yang dia ucapkan , dia akan tetap menyayangiku,menjaga ku, dan tidak melupakanku. Dia akan tetap ada untukku ketika aku membutuhkannya. Aku tersenyum ketika membaca pesan dari deris. Aku senang karena deris tetap ada untukku walau ia tidak berada disisiku, itu bisa membuatku bahagia. Dan aku sadar cinta itu tak slamanya harus memiliki, begitu juga yang dikatakan deris dulu, cinta bisa datang kapan aja , dan cinta juga bisa pergi begitu saja. Namaun, Senyum dari bibir ku tak lama , karena aku terkejut ketika 1 sms dari perempuan yang bilang bahwa aku perebut pacar orang , aku jahat. Aku perempuan yang tidak tau malu. Dan lebih terkejutnya ternyata pengirimnya adalah zahra. Dan ia mengajakku bertemu untuk menyelesaikan masalah deris. Aku heran, buat apa aku bertemu dengannya, padahal aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan deris. Tohh , sekarang deris bersama wanita pilihannya. Dan segera aku membalas sms zahra simple “ohh, deris uda punya pacar baru , aku gak lagi jadi pacarnya, jadi maaf aku gak bisa bertemu denganmu ra”. Handphoneku kembali berdering dan balasan dari zahra “siapa ? bilang sama aku ? aku gak percaya sama kamu, aku minta temui aku besok di cafe apple jam 3 sore, kalau tidak , kamu akan tau akibatnya! Dan urusan kita belom selesai ! ”. Aku hanya mengangkat bahu dan tersenyum ketika membaca pesan dari zahra. Kemudian aku meletakkan HP ku diatas tempat tidur. Dan segera aku berbaring menarik selimut ku dan siap untuk mimpi indah malam ini. Good night J

0 komentar:

Posting Komentar